MAKNA SIMBOLIK DAN IDENTITAS BUDAYA TRADISI TEBOKAN JENANG KALIPUTU
Abstract
Tradisi Tebokan Jenang di Kaliputu, Kudus, merupakan ritual tahunan 1 Muharram yang merepresentasikan relasi agama, budaya, dan ekonomi masyarakat. Tradisi ini tidak hanya menjadi perayaan komunal, tetapi juga simbol keberlanjutan identitas kolektif produsen jenang. Di tengah modernisasi, tradisi ini tetap bertahan sebagai penanda kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbolik dalam Tradisi Tebokan Jenang serta menjelaskan perannya dalam konstruksi identitas budaya masyarakat Kaliputu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Objek penelitian adalah pelaksanaan Tradisi Tebokan Jenang beserta simbol-simbolnya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, kategorisasi, dan interpretasi makna simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tebok, gunungan jenang, dan narasi historis berfungsi sebagai simbol religiusitas, etos kerja, dan solidaritas sosial. Tradisi ini mengintegrasikan nilai Islam dan budaya Jawa dalam praktik ekonomi berbasis komunitas. Simbol-simbol tersebut memperkuat identitas Kaliputu sebagai kampung jenang sekaligus ruang transmisi nilai antar generasi. Tradisi ini juga menjadi media legitimasi sosial atas keberlanjutan usaha dan kohesi komunitas.
Kata kunci: Tradisi Tebokan Jenang; Makna Simbolik; Identitas Budaya; Kearifan Lokal; Kaliputu.

