MAKNA SIMBOL DAN NILAI KARAKTER TRADISI REBO WEKASAN
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbol dan nilai karakter yang terkandung dalam Tradisi Rebo Wekasan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Tradisi ini merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa yang dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar dan dimaknai sebagai ritual tolak bala’. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan kunci, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Rebo Wekasan mengandung simbol-simbol religius dan historis seperti among-among, gentong banyu salamun, kelompok ritual tokoh sejarah, dan gunungan ruwatan. Simbol-simbol tersebut merepresentasikan hubungan manusia dengan Tuhan (habluminallah) dan hubungan antarsesama (habluminannas), sekaligus memperkuat identitas sosial masyarakat. Selain itu, tradisi ini menginternalisasikan nilai karakter ketulusan, belas kasih, kegagahberanian, kontrol diri, dan kerja sama melalui partisipasi kolektif masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan. Dengan demikian, Tradisi Rebo Wekasan tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya dan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.
Kata kunci: Rebo Wekasan, kearifan lokal, makna simbol, nilai karakter, budaya Jawa.

