Dinamika Toleransi Minoritas Kepercayaan dalam Masyarakat Inklusif
Keywords:
Sapta Darma; toleransi; konflik pemakaman; transmisi generasi; Mayonglor.Abstract
Penelitian ini mengkaji dinamika toleransi beragama pada komunitas penghayat Sapta Darma sebagai minoritas di tengah mayoritas Muslim di Desa Mayonglor, Jawa Tengah. Studi berfokus pada dua isu kritis: konflik pemakaman lintas keyakinan dan tantangan transmisi ajaran ke generasi muda di tengah tekanan asimilasi budaya. Tujuan penelitian adalah menganalisis bentuk toleransi instrumental dalam interaksi sosial-ekonomi, mengidentifikasi mekanisme resolusi konflik pemakaman melalui musyawarah desa, serta mengeksplorasi tantangan dalam penerusan keyakinan antargenerasi. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen pada Agustus–Desember 2023, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan harmoni sosial dipertahankan lewat strategi adaptasi pragmatis seperti interdependensi ekonomi dan gotong royong. Konflik pemakaman diselesaikan dengan alokasi lahan terpisah melalui musyawarah desa, merefleksikan toleransi instrumental yang mengedepankan koeksistensi damai. Namun, transmisi keyakinan kepada generasi muda menghadapi tantangan struktural akibat pendidikan agama Islam yang wajib di sekolah dan tekanan sosial, berpotensi mengikis identitas kepercayaan lokal. Studi ini merekomendasikan penguatan dialog antaragama substantif, dukungan infrastruktur bagi minoritas, dan implementasi pendidikan multikultural inklusif untuk melestarikan kearifan lokal Indonesia.
Kata kunci: Sapta Darma; toleransi; konflik pemakaman; transmisi generasi; Mayonglor.

