PENDIDIKAN TOLERANSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL BODHO APEM
Indonesia
Keywords:
toleransi beragama, kearifan lokal, tradisi Bodho ApemAbstract
Abstrak
Konflik SARA yang meningkat di Indonesia menunjukkan lemahnya pendidikan nilai toleransi beragama di tingkat masyarakat. Penelitian ini mengkaji tradisi Bodho Apem di Desa Sukodono, Jepara, sebagai media pendidikan toleransi bagi generasi muda. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus selama empat bulan (Maret-Juni 2025), penelitian menggunakan observasi partisipatif, wawancara dengan delapan informan (tokoh adat, agama, desa, dan pemuda), dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles-Huberman-Saldana dengan teori Kohlberg dan Putnam. Hasil penelitian menunjukkan tradisi Bodho Apem mengandung lima nilai toleransi: saling menghormati, gotong royong, inklusivitas, penghargaan terhadap keberagaman, dan keterbukaan tanpa diskriminasi. Penanaman nilai terjadi dalam tiga tahapan: pengenalan melalui observasi, pemahaman melalui penjelasan, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan. Partisipasi lintas agama menciptakan toleransi aktif. Nilai toleransi dipraktikkan dari kesadaran akan nilai kemanusiaan, bukan karena takut. Tradisi ini membangun kepercayaan sosial yang kuat antar kelompok dan menciptakan harmoni Desa Sukodono.Kesimpulannya, tradisi Bodho Apem merupakan model pendidikan karakter berbasis komunitas yang berkelanjutan dan berpotensi mencegah radikalisme melalui penanaman nilai toleransi; Meski terbatas pada konteks Desa Sukodono, penelitian lanjutan mengintegrasikan ritual ini ke dalam kurikulum sekolah dasar dan madrasah untuk menjaga kearifan lokal dari erosi globalisasi dan mempertahankan keharmonisan masyarakat di Jepara.
Kata kunci: toleransi beragama, kearifan lokal, tradisi Bodho Apem.

