Eksplorasi Makna dan Simbolisme dalam Tradisi Barikan Cendol sebagai Ritual untuk Meminta Hujan di Desa Rahtawu

Authors

  • Ima Dite Amanda UIN Sunan Kudus
  • Meilatyas Cahya Zulaikha UIN Sunan Kudus
  • Fadhilatul Munawwaroh UIN Sunan Kudus

Keywords:

Kata kunci: Eksplorasi makna dan simbolisme, Tradisi Barikan Cendol ritual meminta hujan, Desa Rahtawu

Abstract

Tradisi barikan cendol bermula karena adanya musim kemarau yang berkepanjangan sehingga berdampak pada kehidupan masyarakat di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor makna dan simbolis dari tradisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kajian literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh Masyarakat Desa Rahtawu khususnya pada saat musim kemarau panjang di hari Jumat Wage sebagai ritual untuk meminta hujan kepada Sang Maha Kuasa. Dalam hal ini cendol berperan utama dalam pelaksanannya karena unsur air dan makanan. Namun terkadang terjadi perbedaan sudut pandang antar masyarakat karena berkembangnya pemikiran yang semakin modern. Akan tetapi tradisi ini tetap dilestarikan dengan baik oleh masyarakat sehingga tidak luntur terbawa zaman.

 

Downloads

Published

2026-01-26

Issue

Section

Articles