NILAI-NILAI SOSIAL TRADISI GUYANG CEKATHAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI MTS RADEN UMAR SAID KUDUS

Authors

  • Ida Rahwati Tadris IPS, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus, Kudus, Indonesia

Abstract

Pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran kontekstual di sekolah masih belum optimal, sehingga peserta didik kurang mampu menghubungkan konsep Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan realitas sosial dan budaya di lingkungan sekitar. Tradisi Guyang Cekathak di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus merupakan salah satu kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai sosial dan berpotensi memicu dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Tradisi Guyang Cekathak, mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis pemanfaatannya sebagai sumber pembelajaran IPS di MTs Raden Umar Said Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Guyang Cekathak mengandung nilai religius, gotong royong, solidaritas, musyawarah, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian lingkungan yang relevan dengan capaian pembelajaran IPS. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan melalui pembelajaran kontekstual sehingga meningkatkan pemahaman konseptual, kepedulian sosial, serta apresiasi peserta didik terhadap budaya lokal. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka konsep integrasi nilai-nilai sosial Tradisi Guyang Cekathak sebagai sumber pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal. Penelitian ini masih terbatas di satu lokasi sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk menguji penerapannya pada konteks dan jenjang pendidikan yang berbeda.

Downloads

Published

2026-08-05

Issue

Section

Articles